contatta al telefono btobaby +39 349 92 32 662

5 Trik Tenang buat Traveler Sebelum Naik Kapal Laut

5 Trik Tenang buat Traveler Sebelum Naik Kapal Laut

Tragedi kecelakaan transportasi perairan menyerbu dua pasukan kapal belakangan ini. 2 pekan dan lalu, KM Ramos Rosma Marisi tenggelam pada Danau Toba, Sumatera Utara. jadwal Pelni belum lama terjadi juga kecelakaan yang menimpa KM Lestari Terbang di segara Selayar.

 

Kecelakaan kapal laut tersebut tak pelak membangkitkan kecemasan kira sebagian traveler yang hendak menumpang kulit. Namun tidak perlu risau berlebihan. Akar, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menyelesaikan diri daripada kecelakaan kelanjutan human error.

 

Pengamat transportasi maritim atas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo dalam Rabu, 4 Juli, menyiarkan setidaknya para pelancong harus memperhatikan lima tip berikut ini.

 

1. Peka terhadap kondisi kapalPelancong disarankan melihat-lihat lebih lepas kondisi bahtera sebelum lewat. "Pertama, apabila kondisinya penuh dengan jasad, penumpang, serta kendaraan, oleh karena itu tanyakan menurut petugas apakah kapal luar biasa aman, " tutur Saut. Bila bahtera terasa miring saat tetap menepi dalam dermaga, sepantasnya penumpang memilih tidak memanjat kapal ityu. "Pastikan oleng bukan olehkarena itu gelombang, tapi karena muatan, " katanya.

 

2. Memproklamasikan ketersediaan pelampungBila keadaan kapal diperkirakan aman & stabil, traveler sebaiknya mengenali letak rok pelampung. "Tanyakan kepada badan kapal teritori baju pelampung, " ujar Saut. Sebaiknya traveler lebih dulu memastikan apakah jumlahnya itu sebabat dengan nominal penumpang ataupun tidak. Nominal pelampung kudu sesuai beserta standar Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Samudra atau SOLAS.

 

Warga positif evakuasi korban yang bebas saat KM Lestari Terbang tenggelam pada perairan Selayar, Sulawesi Daksina, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal bertambah dari Pelabuhan Bira, Bulukumba, menuju Kota Kepulauan Selayar.

 

3. Menghalalkan ketersediaan sampanSelain pelampung, ketersediaan sekoci perlu dipastikan keberadaannya. Kano idealnya dipasang di 2 sisi sebelah. Sekoci mesti mampu menyekat 100 bonus penumpang. Bahtera yang tumplak standar juga harus mempunyai life-raft / kapal mungil untuk jasmani kapal beserta kapasitas 25-30 persen dari jumlah penumpang.

 

4. Mengasese adanya informasi keselamatanPendapat Saut, kulit atau skuadron yang baik umumnya menurunkan informasi kesyahduan dan jalan masuk jalur evakuasi bila berlangsung kecelakaan. "Penumpang harus benar-benar tahu lokasi emergency / wilayah himpun untuk mengambil life-boat ataupun kapal sekoci sambil menggunakan baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Melihat perusahaan pencedok kapalPelancong lebih baik mengecek perusahaan pemilik bahtera melalui Internet digital sebelum menggelinding. "Mungkin tersebut sedikit sukar, tapi tidak kalah diperlukan, " tuturnya. Biasanya, kata dia, kongsi pelayaran atau pemilik kulit yang cantik cenderung transparan memberikan informasi terkait dengan berbagai hal yang dapat diakses publik menyerempet kapal tersebut. Hindari kongsi yang tertutup memberikan informasi, misalnya mengendapkan kondisi bahtera, yang agaknya dalam kondisi tidak sopan berlayar.

E' possibile contattare Btobaby anche attraverso i social network, per aggornamenti, eventi, novità.